14.12.17

Beragam Makna Di balik Motif Batik Di indonesia

by , in


Kalau orang disuruh menulis, sudah hampir dipastikan,  seseorang akan menulis sesuatu yang menurutnya menarik dan bisa dibaca. Sama halnya ketika para pengrajin atau designer merancang motif batik di atas kain. Mereka pun rupa-rupanya menulis dan bercerita. Motif batik yang dihasilkan tidak hanya bentuk ukir-ukiran yang indah saja, melainkan memiliki cerita yang mengandung makna. Terlebih dalam tradisi jawa, seni dan motif batik mengandung falsasah yang banyak digunakan sebagai pegangan hidup. 
 
Motif Parang Barong

Misalnya saja motif parang barong yang banyak digunakan dalam upacara dan kegiatan sakral. Motif ini dulunya sering digunakan oleh raja-raja karena melambangkan senjata dan kekuasaan. Bahkan dipercaya, ketika seorang ksatria menggunakan motif jenis ini, maka kekuatannya dapat bertambah besar. Ada lagi motif batik ukel yang sering digunakan oleh pihak keluarga kerajaan. Motif ini digambarkan memiliki kewibawaan yang besar. Di daerah Bengkulu misalnya, motif kaligrafi yang tergambar di batik memang tidak dapat dibaca,namun lebih dari itu, perpaduan motif batik dengan motif Rafflesia misalnya mengandung makna dan simbol yang mencirikan bunga raflesia sebagai icon dari Kota Bengkulu. 
Motif Batik Ukel (nisyacin.blogdetik.com)

Di Solo dan Yogya pun demikian, ada motif yang dikenal sebagai motif semen. Motif ini umumnya memiliki falsalah dalam istilah jawanya. Orang yang menggunakan motif ini biasanya memiliki harta yang melimpah lantaran dalam prosesnya memerlukan dana yang tidak sedikit karena motif yang dibuat lumayan sulit serta proses pengerjaanya pun dilakukan hingga dua kali. Tidak hanya itu saja, selain motif batik, warna yang ada pada kain batik pun rupanya mengandung makna. Warna digambarkan sebagai sarana komunikasi  antara si pemakai dengan seseorang yang melihatnya. Ambil contoh warna coklat misalnya, warna ini mengandung arti kesederhanaan dan dianggap dapat menimbulkan rasa rendah hati bagi si pemiliknya. 


Motif Semen

Ada pula warna biru tua. Warna ini mengandung makna kelembutan, rasa welas asih dan kasih sayang dari si pemakainya. Sedangkan untuk warna putih, digambarkan sebagai warna yang menggambarkan kesucian, sifat pemaaf serta rasa ketenteraman hati dari pemiliknya. Motif batik dengan kain dasar putih ini umumnya sering digunakan oleh para pengantin. Hal ini dimaksudkan agar dalam menjalani kehidupan, si pengantin akan selalu tercurahi rasa kasih sayang.Warna lain yang tak kalah menariknya ialah hitam. Meski hitam seringkali diidentikkan sebagai warna dengan aura negatif. Namun dalam batik, warna hitam justru menggambarkan rasa percaya diri, kewibawaan serta keberanian. Warna hitam dianggap pula sebagai warna perlambang sikap tenggang rasa. Tidak heran dalam motif batik, warna ini sering digunakan sebagai dasar motif keanekaragaman kehidupan. Dari sini, kita bisa belajar, bahwa cerita dari motif dan kandungan warna kain batik rupanya bertujuan agar pemakainya memiliki sifat yang sama dengan makna yang dilambangkan.
11.12.17

Apakah Makna Belajar itu ?

by , in


Beberapa waktu yang lalu, penulis sempat menerima pesan singkat melalui grup WA dari salah seorang teman yang juga berstatus sebagai pendidik. Judul pesan tersebut persis sama dengan judul yang menjadi judul tulisan ini. Dalam tulisan itu, penulis mengemukakan suatu contoh kasus yang seorang rekan alami, tatkala hendak menyeberangi jalan. Saat itu, ia menemani salah seorang rekannya yang kebetulan berasal dari Eropa. Saat itu, jalanan terlihat tidak terlalu padat, rekan tersebut bersegera untuk menyeberang. Namun, ia cukup kebingungan saat tahu, bahwa rekan dari Eropa tersebut justru menahan dan mengajaknya mencari zebra cross. Ia bersikukuh untuk tetap menyeberang melalui Zebra Cross. Bagi kita orang Indonesia, tentu hal ini justru aneh, bahkan bisa jadi, kita mengklaim bahwa rekan Eropa tersebut justru mempersulit dirinya sendiri. Rekan Eropa tersebut malahan bingung ketika melihat banyak orang berlalu lalang menyeberang sembarangan. Ia sempat berkata bahwa kondisi tersebut tidak lain disebabkan oleh kondisi pendidikan yang hanya sekadar “knowing” dan belum menyentuh ranah “Being”. 


Apa maksudnya? Selama ini, realitas pendidikan yang terjadi di Indonesia hanya merujuk pada ranah kognitif siswa. Belajar hanya semata-mata dimaknai sebagai pengetahuan syang hanya bersifat parsial dan hapalan. Kondisi ini ditunjang oleh keberadaan kurikulum yang hanya dituntut untuk sekadar menuntaskan materi pelajaran semata. Guru pun tak ubahnya seperti wartawan dan aktor yang dikejar-kejar oleh deadline dan jam tayang. Waktu satu semester dengan banyak materi menjadi beban tersendiri, tidak hanya bagi guru tetapi juga bagi siswa. Siswa dianggap sebagai objek yang harus tahu semua hal. Akibatnya, pengetahuan yang diberikan tidak secara mendalam mampu untuk dipelajari. Bila berkaca dengan beberapa negara Eropa yang dari segi pendidikan tergolong maju. Negara-negara tersebut memberlakukan 3 mata pelajaran utama, yakni : Science, Social and Languange. Mata pelajaran tersebut terintegrasi secara nyata melalui minat yang muncul dari para siswanya serta kemampuan pendidik yang mumpuni untuk mengaktualisasikan diri melalui model pembelajaran yang praktis, inovatif dan aplikatif. Siswa diajak untuk berpikir secara nalar dan logika untuk bisa menilai dan memutuskan segala sesuatu. 

Satu contoh yang menarik yang diceritakan oleh rekan pula bahwa di negara eropa, penalaran logis telah diajarkan kepada anak anak usia dini. Sebagai contoh, ketika seorang guru meletakkan dua buah akuarium yang sama–sama diisi oleh ikan. Disatu akurium, seekor ikan dibiarkan berenang sendirian. Sedangkan di dalam Akuarium lainnya,diberikan beberapa ekor ikan yang tampak saling berebutan makanan. Anak-anak tersebut diberikan gambaran sesuai dengan realitas yang terjadi di lapangan. Tak jarang, beberapa anak bahkan bertanya mengapa itu bisa terjadi? Bagaimana mungkin itu semua terjadi?. Dari kondisi tersebut, penalaran sudah mulai diajarkan kepada anak. Sehingga tak jarang memicu pertanyaan-pertanyaan sederhana namun sarat dengan makna. Proses berpikir yang demikian memberikan stimulus yang akan berdampak pada beragam respon dari anak-anak tersebut. Pada kondisi inilah, transfer of knowledge dan transfer of value dapat terjadi oleh guru. Sebagai seorang pendidik ia dapat memberikan banyak pilihan kepada murid-muridnya untuk mampu berpikir kritis dengan baik dan benar.

Sumber : Disarikan dari berbagai sumber     
7.12.17

Kenali Apa Itu Baby Blues Syndrom?

by , in

Perasaan haru dan bahagia pasca melahirkan tentunya akan dialami oleh seorang wanita yang mengidamkan buah hati. Rasa haru dan bahagia itu dibarengi pula dengan perasaan lega karena telah melewati masa kehamilan selama 9 bulan. Namun kondisi tersebut dapat berubah beberapa hari kemudian. Perasaan senang yang semula muncul dapat berubah menjadi perasaan sedih, resah, dan khawatir pasca melahirkan. Kondisi ini dinamakan Baby Blues Syndrome. Hampir 50 % ibu akan mengalami perasaan sedih, resah dan khawatir pasca melahirkan. Lantas apa itu Baby Blues Syndrome ?

Baby Blues Syindrome yang biasa juga dikenal sebagai Pos
tpartum Distress Syndrome merupakan suatu kondisi dimana muncul perasaan gundah gulana atau adanya perasaan sedih yang di alamai oleh para ibu pasca melahirkan. Umumnya terjadi pada 14 hari pertama selepas seorang ibu melahirkan. Dan seringali memburuk pada 3-4 hari pertama. Ketika mengalami hal ini melebihi batas normal waktu 14 hari, maka sebaiknya dapat berkonsultasi ke dokter. Mengapa demikian? hal ini dikhawatirkan dapat menggangu kestabilan psikologis dan menyebabkan Postoartum Depression bagi seorang ibu. Jika kondisi ini terjadi, jelas akan merugikan ibu dan bayi yang dilahirkan. Adapun gejala yang dialami ketika mengalami baby blues syndrome antara lain:


  1. Emosi yang cenderung labil, serta membuat ibu gampang marah, kurang sabar dan lain sebagainya 
  2. Perasaan sedih serta depresi dalam diri sang ibu sehingga menyebabkan sang ibu bisa menangis tanpa sebab yang pasti
  3. Merasakan sakit kepala karena keletihan
  4. Kurangnya rasa percaya diri
  5. Rasa takut berlebihan terhadap suatu hal 
  6. Susah tidur

Oleh banyak kalangan telah dijelaskan bahwa salah satu penyebab fenomena baby blues syndrome adalah perubahan hormon. Perubahan hormon yang terjadi tidak hanya dialami saat seorang wanita hamil saja. Melainkan ketika pasca persalinan terjadi,perubahan hormon pun mempengaruhi  perubahan fisik maupun non fisik  seorang wanita. Termasuk dalam soal perasaan yang menyangkut aspek psikologis. Pada kondisi pasca melahirkan, akan terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron serta hormon lainnya. Sehingga dapat menyebabkan perubahan pada kondisi fisik sang ibu, dan menyebabkan sang ibu kelelahan, depresi dan gampang badmood.

Disamping itu, pasca melahirkan telah membawa dampak perubahan pola hidup bagi sang ibu. Wanita akan bergelut dengan rutinitas yang baru, mulai dari memandikan, menyusui, merawat sang buah hati yang pada awalnya tidak pernah dijalani akan dijalani setelah hadirnya buah hati.  Kondisi ini jelas membutuhkan adaptasi karena rutinitas baru yang dijalani menuntut ibu untuk merawat sang bayi hingga terkadang sang ibu kurang tidur dan merasa letih. DIsaat pola perubahan tersebut terjadi maka muncul kecemasan-kecemasan pada diri sang ibu. Cemas akan kesehatan bayi , cemas masa depan sang bayi, serta muncul rasa tidak percaya diri dalam diri ibu terhadap kemampuannya untuk mengurus sang buah hati. Kondisi ini lah yang acapkali akan memunculkan baby blues syndrome. Pada dasarnya, baby blues memang dianggap normal, namun jelas menyiksa bila dirasakan oleh wanita pasca melahirkan dalam jangka waktu panjang. Oleh karena itu, tindakan preventif untuk mengantisipasi hal ini memang perlu dilakukan. Berikut ini beberapa kiat yang diperlukan seorang wanita yang tengah menghadapi persalinan untuk meminimalisir terjadinya baby blues syndrome:
  1.  Di masa kehamilan sebaiknya sudah mulai mempersiapkan mengenai hal-hal meliputi persiapan fisik (dana persalinan, perlengkapan bayi, dan lain sebagainya) serta persiapan mental yang meliputi : cara menghadapi persalinan, cara merawat bayi dan mendidik anak. Kesiapan mental akan membuat sang ibu matang, sehingga akan memunculkan perasaan siap untukmenanti kedatangan sang buah hati. 
  2. Mencari pengetahuan  mengenai perawatan bayi, dan hal berkaitan dengan bayi. Pengetahuan dapat diperoleh di berbagai tempat, misalnya melalui majalah, situs internet, buku dan lain sebagainya.
  3. Dukungan dari keluarga dan khususnya suami menjadi sangat penting. Suami menjadi tempat berbagi dalam keluh kesah yang dirasakan. Ungkapkan apa yang dirasakan oleh sang ibu, sehingga dapat meringankan beban pikiran. Dalam hal ini, ajak suami untuk ikut belajar mengenai berbagai hal terkait dengan persalinan, perawatan bayi dan kondisi ibu pasca melahirkan.
  4. Memanfaatkan waktu istirahat dengan baik. Tak heran, karena sibuk merawat bayi, sang ibu seringkali lupa istirahat. Sebaiknya, ketika bayi tertidur, manfaatkan waktu tersebut untuk sama-sama tidur dengan sang bayi.
  5. Sharing dengan cara berbagi pengalaman dengan ibu ibu yang lain untuk mengurangi beban pasca melahirkan.  Cara ini terbukti ampuh, setidaknya, dapat membuat perasaan sang ibu lega bahwa pernah ada ibu lainnya yang mengalami hal serupa.
  6. Perhatikan asupan gizi bagi sang ibu. Hal ini penting karena aktivitas mengurus bayi memang membutuhkan energi dan stamina yang baik, agar sang ibu tidak mudah sakit.
  7. Berpikir Postif merupakan salah satu hal penting, karena akan memberikan dampak berupa power bagi sang ibu agar senantiasa bersemangat dalam merawat buat hati.
  8. Bersyukur kepada yang Maha Kuasa merupakan hal penting lainnya. Sadari bahwa kehadiran buah hati merupakan anugerah yang diberikan Tuhan untuk kita jaga dan rawat dengan baik. Karena masih banyak orang yang menanti untuk diberikan anugerah buah hati deNah, itu tadi kiat yang dapat dilakukan oleh kalian yang belum ataupun tengah mengandung. Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya.

30.11.17

Tips Mudah Mengenali Batik Tulis, Batik Cap dan Batik Print

by , in
 
Proses Pembuatan Batik Tulis
Sebagai salah satu warisan budaya yang telah diakui oleh dunia, eksistensi batik kini telah berkembang seiring dengan perubahan zaman. Perkembangan tersebut meliputi : inovasi dan kreasi motif, mode fashion batik, jenis batik, bahan pembuatan batik dan lain-lain. Hingga kini, telah dikenal tiga jenis batik berdasarkan proses pembuatannya, yaitu: Batik Tulis, Batik Cap dan Batik Print.  Ketiganya jelas berbeda, baik dari sisi kualitas, cara pembuatan hingga masalah harga. Untuk itu tak ada salahnya kita tahu dan mengenali secara detail tiga jenis batik yang ada, agar  memudahkan Anda untuk menyesuaikan pilihan pada baju batik yang Anda kehendaki. Berikut ciri-ciri dasar yang membedakan  ketiganya.

Pertama, dari jenis motif saja sebenarnya kita sudah bisa membedakan ketiga jenis batik tersebut. Apakah masuk ke kategori batik tulis, cap atau printing. Umumnya, batik tulis memiliki motif yang berbeda dalam satu kain, batik cap biasanya akan memiliki corak motif yang sama dalam satu kain karena proses pembuatannya sendiri menggunakan cap pada kain. Sedangkan batik print motifnya menyesuaikan. Artinya bisa sama bisa juga tidak sama. Hal ini tergantung ornament dan motif yang digunakan. Perbedaan mendasar ini berkaitan juga pada jumlah produksi. Batik tulis umumnya lebih terbatas dalam satu kali produksi dan jarang bisa dikembari karena perbedaan motif dalam kain. Sedangkan pada batik cap dan printing biasanya jumlah produksinya banyak dan akan mudah dikembari.  

Proses Pembuatan Batik Cap
Kedua,pada batik tulis, motif yang digambar dapat tembus pada kedua sisi. Motifnya pun cenderung bisa dikatakan lebih rapi karena secara telaten dikerjakan oleh tangan. Sedangkan batik cap dan batik printing ornament dan motif yang dihasilkan tidak jarang kurang rapi. Anda bisa melihat dan membuktikan sendiri,  Dari aspek lainnya, batik tulis umumnya tembus pada kedua sisi kain, sama pula dengan batik cap. Namun berbeda dengan batik printing yang hanya tampak jelas pada satu sisi kain dan tidak tembus pada sisi sebelah kain lainnya.
 
Ketiga, dari sisi pengerjaannya batik tulis akan jelas memakan waktu yang lebih lama ketimbang batik cap dan printing. Batik tulis dapat dikerjakan hingga 2-3 minggu untuk satu motif kain. Sedangkan batik cap lebih singkat karena sudah menggunakan cap yang telah memiliki motif. Sehingga motif yang telah ada tinggal di cap pada kain yang tersedia. Begitu pula dengan batik print yang menggunakan mesin print untuk batik. Karena sudah menggunakan motif yang telah dicetak pada mesin. Sehingga dari sisi kualitas dan hasil pun akan jauh berbeda. Hal ini nantinya akan berpengaruh pada harga.
 
 
Proses Pembuatan Batik Print dengan mesin
 Keempat, sebagai perbandingan saja, harga jual dari sebuah batik tulis bisa berkisar antara Rp 300 ribu bahkan mencapai 10 juta untuk jenis batik tulis tertentu berukuran 1 x 2,1 meter. Sedangkan  harga batik cap berkisar antara Rp 25.000,- hingga Rp 100.000. Dan yang paling murah jelas batik printing yang harganya berkisar Rp 15.000 – Rp 40.000. Bila Anda ingin berbelanja, dari situ sebenarnya Anda sudah bisa melakukan perbandingan harga dan menyesuaikan dengan kantong budget Anda.
Nah, itu tadi beberapa langkah dalam membedakan antara Batik Tulis, Batik Cap dan Batik Print.

Semoga bermanfaat !

Sumber : Disarikan dari berbagai sumber
11.8.17

Tips Mencuci dan Merawat Batik

by , in


Pada umumnya ketika kita membeli batik, kita sering pula menanyakan kepada pedagang perihal jenis dan cara mencuci dan merawat batik. Wajar dan memang bisa dimaklumi, mengingat baju batik memang berbeda kain dengan pakaian biasa. Sehingga perawatannya pun berbeda dengan motif kain pada umumnya. Untuk itu berikut ada beberapa cara untuk mencuci pakaian batik :
  1. Ketika mencuci kain batik ada beberapa pilihan cara yang bisa kita lakukan. Pertama, bisa menggunakan sabun lerak (sabun khusus untuk mencuci batik). Teman-teman bisa mendapatkannya di toko batik ataupun Laundry. Atau yang paling sederhana menggunakan ramuan garam yang dilarutkan bersama air untuk merendam pakaian batik terlebih dahulu sebelum dicuci menggunakan deterjen biasa.
  2. Dua diantaranya bisa kalian pilih. Untuk selanjutnya, sebaiknya kalian memisahkan baju batik yang baru dibeli dan dicuci dengan pakaian lainnya. Hal ini untuk menghindari kelunturan pada pakaian lainnya. 
  3. Selanjutnya, bisa kalian rendam dengan kadar waktu yang semestinya. Jangan terlalu lama dan terlalu cepat. 
  4. Disarankan kepada kalian agar tidak menggunakan mesin cuci. Pemakaian mesin cuci justru akan merusak kain batik terlebih bila batik tersebut terbuat dari sutera. 
  5. Kuceklah bagian-bagian pada pakaian batik yang memang memiliki noda, Cara menguceknyapun dengan perlahan dan tidak menggunakan sikat cuci, cukup dengan tangan saja. 
  6. Setelah selesai, bilaslah dengan air bersih dengan cara dicelup-celupkan. 
  7. Ketika membilas remaslah dengan perlahan. Meremas terlalu keras dapat merusak  serat kain dari batik tersebut. 
  8. Setelah itu, jemurlah batik dengan menggunakan hanger dan ditempat yang tidak langsung terkena sinar matahari. Hal ini untuk mencegah agar warna batik tidak mudah pudar. Cukup diangin-anginkan saja. 
  9. Setelah kering, boleh saja disetrika menggunakan setrika biasa dengan kadar panas standar. Namun, disarankan untuk menggunakan handsteamer untuk merapikan dan melincinkannya. 
  10. Simpanlah batik di lemari Anda. Namun, sebaiknya tidak menggunakan kapur barus,  karena dapat merusak serat kain batik Anda.Anda bisa menggunakan bahan alami seperti lada dan merica yang dibungkus tisu dan dimasukkan kepada lemari Anda. Bahan ini dirasa lebih alami untuk menjaga baju batik Anda.

Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat !
Disarikan dari medogh.com 




5.8.17

Permainan Tradisional : Sarana Sosialisasi Nilai Dan Norma Bagi Anak

by , in


Masih ingat dengan beragam permainan tradisional seperti : petak umpet, permainan kelereng, gasing, engrang dan masih banyak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu? Permainan tersebut saat ini disebagian wilayah memang masih dapat dijumpai, namun memang tidak banyak lagi dimainkan oleh anak-anak kecil di era 90 an dulu.




Perubahan sosial yang terjadi dewasa ini memang telah banyak mengubah aspek kehidupan masyarakat dalam banyak hal. Tidak sekadar sebagai label, namun banyak diantaranya mengubah struktur dan budaya sebagai basis sebuah masyarakat. Salah satunya pada transformasi permainan tradisional dan permainan modern yang berkembang sekarang ini. Disatu sisi, permainanan tradisional seperti gobag sodor, nekeran, lompat tali, lompat kodok, petak umpet, saat ini terlihat jarang sekali dilakukan oleh anak-anak kecil zaman sekarang. Banyak diantaranya yang sudah beralih pada permainan modern yang menawarkan kecanggihan teknologi, mulai dari playstation d, game center,sega dll. Namun, lebih jauh, bila kita memaknai pergeseran tersebut, permainan tradisional pada dasarnya memiliki unsur dalam membentuk kecakapan dalam diri anak. Tidak saja kemampuan kognitif yang terasah, namun kemampuan afektif dan motorik dapat terlatih secara bersamaan. Anak-anak pada dasarnya membutuhkan hal tersebut sebagai upaya pembentukan karakter dalam kepribadiannya. Sehingga, permainan tradisional menjadi sarana dalam mensosialisasikan nilai dan norma yang ada.Nilai sebagai sesuatu yang dianggap baik dan buruk pada suatu masyarakat. Sedangkan norma sebagai kaidah aturan yang diterapkan dalam suatu lingkungan sosial masyarakat. Dengan demikian, ketika sosialisasi tersebut berjalan dengan baik, maka seorang individu dapat berlaku sesuai dengan aturan yang baik dalam suatu masyarakat.

Permainan Lompat Katak (Sumber : Kisahasalusul.blogspot.com)
 Sebagai contoh, permainan dakon atau congklak, saat ini memang sudah awam dilakukan oleh anak-anak ketika waktu istirahat berlangsung disekolah. Permainan ini sebenarnya melatih kemampuan motorik anak dalam menggerakkan biji dakon, melatih kemampuan kognitif dan afektif anak ketika berhitung sembari bernyanyi. Serta kemampuan anak dalam menghormati rekannya ketika bermain dan mesti menerima kekalahan secara sportif dan merasakan kemenangan secara bijak. Contoh lainnya adalah lompat kodok ataupun petak umpet yang pada dasarnya meskipun terbilang sederhana, pembentukan modal sosial secara tidak langsung terjadi, ketika temannya bermain, sang anak mampu mentolerir dan antri secara bergantian sesuai urutan, disamping itu nilai jaringan dan komunitas yang terbentuk melibatkan banyak anak. Sehingga pola relasi, interaksi dan sosialisasi secara tidak langsung menjadi bagian yang erat dalam diri sang anak.
Permainan Engrang (Sumber : news.lewatmana.com)

Berbeda dengan permainan modern yang lebih cenderung mengesampingkan kebersamaan dan interaksi sosial asecara langsung. Playstation ataupun game sejenis memang dibutuhkan sebagai pengenalan anak terhadap informasi teknologi. Namun, menjadi persoalan manakala permainan tersebut justru mengalienasi sang anak dari kecakapan sosial yang seharusnya menjadi bagian dalam proses sosialisasi nilai dan norma. Tak pelak, bila hal tersebut terjadi terus menerus, anak akan cenderung mengarah pada sikap individualistik dan apatis pada lingkungan sekitar. Anak merasa lebih nyaman berada di dunianya sendiri. Sehingga sosialisasi yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter menjadi terkesampingkan. Tidak hanya itu, anak akan dibawa pada dunia yang hiperalitas, dimana tak ada batasan lagi antara kenyataan dan fantasi. Menyikapi hal tersebut, bijak rasanya bila permainan anak menjadi satu sorotan penting bagi para orang tua dan guru sebagai bagian dari pendidikan. Tidak semata-mata hanya pada hal teoritik penerapan nilai dan norma, namun justru melalui permainan yang mengarahkan anak ke sikap humanis menjadi perhatian penting sebagai sarana praktis untuk mensosialisasikan nilai dan norma dalam kehidupan.

Berbeda dengan permainan modern yang lebih cenderung mengesampingkan kebersamaan dan interaksi sosial asecara langsung. Playstation ataupun game sejenis memang dibutuhkan sebagai pengenalan anak terhadap informasi teknologi. Namun, menjadi persoalan manakala permainan tersebut justru mengalienasi sang anak dari kecakapan sosial yang seharusnya menjadi bagian dalam proses sosialisasi nilai dan norma. Tak pelak, bila hal tersebut terjadi terus menerus, anak akan cenderung mengarah pada sikap individualistik dan apatis pada lingkungan sekitar. 
Permainan Dakon (Sumber : geduba.com)
Anak merasa lebih nyaman berada di dunianya sendiri. Sehingga sosialisasi yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter menjadi terkesampingkan. Tidak hanya itu, anak akan dibawa pada dunia yang hiperalitas, dimana tak ada batasan lagi antara kenyataan dan fantasi. Menyikapi hal tersebut, bijak rasanya bila permainan anak menjadi satu sorotan penting bagi para orang tua dan guru sebagai bagian dari pendidikan. Tidak semata-mata hanya pada hal teoritik penerapan nilai dan norma, namun justru melalui permainan yang mengarahkan anak ke sikap humanis menjadi perhatian penting sebagai sarana praktis untuk mensosialisasikan nilai dan norma dalam kehidupan.


3.8.17

Kemeriahan HUT Perdana Komunitas Blogger Bengkulu

by , in
www.komikendy.com

SERU...MERIAH...RAMAI !!!

Itulah setidaknya gambaran mengenai Hari jadi Ke 1 Komunitas Blogger Bengkulu.pada minggu (31/7). Bila berkaca dari sejarah, komunitas yang dikenal dengan sebutan BOBE ini memang berdiri sejak 1 tahun silam lalu. Tepatnya 26 Juli 2016 silam. Perayaan  HUT Komunitas Blogger Bengkulu yang perdana ini memang sengaja digelar pada tanggal 30 Juli 2017 karena bertepatan dengan hari minggu. Sehingga lebih memudahkan para anggota untuk dapat hadir dan merayakan secara bersama-sama HUT BOBE yang pertama ini. Lokasi perayaan kali ini pun disponsori oleh Villco Bengkulu, salah satu kedai kopi yang menyajikan beragam kopi nikmat yang cocok bagi pecinta kopi.


Bila hendak kilas balik perjalanan BOBE, maka berdirinya BOBE memang tidak lepas dari peran serta Mildaini, yang notabenya adalah seorang penulis, blogger serta owner bisnis. Ia bisa dikatakan sebagai dedengkot atau inisiator dari berdirinya Komunitas  Blogger Bengkulu ini. Karena hal ini pula, ia kerap disapa "Mak BOBE" oleh para anggotanya. Dalam salah satu blog miliknya www.mildaini.com, ia menuturkan bahwa perjalanan komunitas blogger Bengkulu hingga menjadi seperti sekarang memang tidaklah mudah. Ia menceritakan bahwa saat pertama kali dibentuk, anggota dari komunitas ini memang masih sangat minim. Bahkan bisa dikatakan untuk mencari para blogger ketika awal didirikan memang tidaklah mudah. Namun, seiring meluasnya informasi dan kecanggihan media teknologi hal tersebut dapat diatasi  

Menurutnya, keberadaan blog sebagai salah satu media informasi memang sangatlah penting. Sehingga berdirinya sebuah komunitas, menjadi satu wadah yang dapat menjadi basis kekuatan untuk dapat menghasilkan pengaruh yang lebih besar terhadap penyebaran suatu informasi. Semangat, motivasi dan ketekunan mewarnai berjalannya komunitas ini. Untuk memudahkan pertemuan antar anggota secara langsung maka komunitas BOBE menyelaranggarakn kegiatan KOPDAR tiap bulannya. Acara rutin ini pun berperan dalam menjalin komunikasi antara anggota serta berdampak pada semakin meluasnya informasi mengenai BOBE itu sendiri. Karena setiap pertemuan akan ada review kegiatan. Dari komunitas ini pula, beragam blog dengan berbagai genre dihasilkan, mulai dari genre traveling, kuliner, parenting, gaya hidup, teknologi informasi dan lain sebagainya.

Berbagai jalinan kerjasama pun telah dan tengah dilakukan oleh komunitas ini. Beberapa waktu yang lalu, kerjasama dengan Dinas Koperasi Provinsi Bengkulu dengan mengusung tema memperkenalkan UKM Bengkulu melalui blog, hingga kegiatan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam upaya memperkenalkan beragam variasi Kopi yang ada di Provinsi Bengkulu sekaligus sebagai sarana dalam mensosialisasikan Bengkulu sebagai tuan rumah konferensi Kopi tingkat dunia. 


Pada perayaan HUT Bobe ke 1 ini, tampak hadir beberapa tamu undangan yang memang sengaja diundang oleh BOBE. Misalnya : Perwakilan dari Dinas Koperasi Provinsi Bengkulu, Ketua Komunitas Tangan Diatas (TDA), tak lupa pula pemilik dari Villco Bengkulu (Ibu Eva). Satu persatu rangkaian kegiatan digelar. 


Baca juga tulisan menarik ini  :Rasakan Serunya Puncak Milad Bobe yang Pertama 

Hingga puncak kemeriahan pun semakin dirasakan tatkala pembacaan puisi oleh Pak Elvi Ansori yang merupakan salah satu sastrawan Bengkulu serta pembacaan nominasi blogger dengan berbagai kategori. Satu persatu para pembacaan para pemenang dibacakan oleh MC. Teriakan hingga sorakan menyertai pemanggilan para pememang. Kemeriahan acara benar-benar semakin terasa. Nominasi disebutkan satu persatu, mulai dari kategori Blogger Muda Berprestasi, blogger yang rajin posting tulisan dan lain sebagainya. Hingga muncullah nama-nama pemenang disetiap kategori. Beragam hadiah serta doorprize dari para sponsor pun siap untuk dibagikan kepada para pemenang. Tak lupa, Ke depan, Komunitas Blogger Bengkulu ini berharap dapat menjadi agen sekaligus patner dalam menyebarluaskan informasi melalui era digital sekarang ini. Komunitas Blogger Bengkulu siap bekerjasama (^_^)

Tulisan ini menjawab tantangan #nulis serempak www.bloggerbengkulu.com #puncakmilad1Bobe